Sabtu, 31 Maret 2012

Tip Setting Alpine

 
Equipped with latest technologies this high-end head unit gives you more control and sophisticated sound tuning than ever before. Premium features include; high performance MaxTune PRO AM/FM tuner, 60 Watts x 4 V-Drive amplifier, 4-volt pre-outs and

Max Tune Pro RDS Tuner
WMA/MP3 Playback (ID Tag 3)
CD-/RW Compatible
Bass Engine PRO Sound Technologies
60Watts x 4 V-Drive Amplifier
5-Band Digital Parametric EQ
6-Channel Time Correction
HP/LP Crossover
Subwoofer Level Control
Remote Control Included
3 Pre-Outs (4 Volt)
Hard Disc Drive Ready


Setting Processor Alpine (bukan PXAH701)

Prolog.
Alpine menjadi satu merek terbesar di dunia HU-Audio Mobil, selain kualitas suaranya yang sudah diakui, fasilitas Processornya menjadi salah satu yang terlengkap di kelasnya. Sayangnya banyak yang kurang mengerti bagaimana caranya menggunakan fasilitas yang sangat berfaedah ini, some bahkan mengatakan ketika TA dinyalakan, suara tambah tidak ‘enak’. Dan juga tidak menjadi rahasia kalau bahkan di kalangan installer sendiri, masih sangat banyak yang awam soal Processor ini.

Yang akan saya bahas ini, merupakan menu standart Processor Alpine yang digunakan semenjak tahun 2003 di seri Alpine CDA 9815 berkembang terus ke seri: 9833, 9835, 9853, 9855, dan yang terakhir di 9887. Belakangan, External processor PXAH100 juga berisi fasilitas yang sama. Jadi pembahasan dibawah ini untuk digunakan di seri-seri tsb.

Semoga tulisan ini bisa berfaedah.


Pada prinsipnya ada 3 jenis fasilitas dalam processor:
Ekualiser : untuk mengurangi suara yang kelebihan dan menambah suara yang kurang.
Cross-Over: untuk membagi tugas antara tweeter, midrange, midbass dan subwoofer.
Time correction: untuk men-delay speaker yang letaknya lebih dekat dibandingkan yang lain, supaya semua suara bisa datang di saat yang sama.
Urutan setting yang benar adalah: Cross-Over (+phase check manual) => Time Correction => Equaliser

Dibawah ini adalah petunjuk penggunaan secara real, sebagai contoh kasus, ini adalah system 3way yang umum digunakan dengan konfigurasi:
Tweeter+Midrange dipisahkan passife X-Over => High channel
Midbass =direct => Mid channel
Subwoofer =direct=> Low-channel

Untuk lebih umumnya, dalam kasus ini, midrange yang digunakan adalah Vifa MG10 atau Seas RM120 –keduanya disetting dengan cara yang sama.


Crossover:
Berhubung untuk pembagian tugas antara midrange dengan tweeter sudah dibereskan oleh Passife, tugas yang tersisa Cuma pembagian antara midrange-midbass-subwoofer saja. Berikut ini angka yang biasa aku gunakan:

High : 315Hz 12db
Mid H: 160Hz 12db
Mid L: 63Hz 6db
Sub: 80Hz 18db

Masukkan dulu angka-angka di atas ke dalam list, kemudian kita mulai cari phase dan gain untuk midbassnya:
Matikan subwoofer.
balancekan kanan dan pasang T-corr untuk High-R dan High-L sebesar 0.3ms (atau 10cm)
Arahkan Volume HU di sekitar 20, putar gain/level di power untuk midrange-twt, naikkan hingga suara terasa sangat keras, namun masih tidak cacat.
Naikkan gain midbass hingga terasa seimbang dengan tweeter-midrangenya.
Balik terminal +- untuk midbass kanan di power untuk midbass, bandingkan antara OnPhase (+- sesuai petunjuk) dan OutPhase (+- dibalik)
Kalau sudah ketemu, samakan polaritas midbass kiri dengan kanan.
Kembalikan balance ke tengah, turunkan volume di angka 16.
Taruh kepala di tengah mobil, dengarkan suaranya, mustinya staging sudah terbentuk dengan baik di tengah dashboard. Bass sudah keluar di atas dashboard.
Kalau kondisi no.8 tercapai, proses setting XO sudah selesai, kalau gagal, kembali ke step 3 lagi.


Time Correction:
Rumusan umum untuk T-C ini adalah perubahan tiap 0.1ms = 3,4cm, untuk lebih mudahnya, aku gunakan angka dari milisecond, tapi kalau kesulitan, silahkan dikalikan langsung dengan 34 (dan menjadi cm)

Prinsip kerja Time Correction = DELAY! Jadi, di posisi bersangkutan, angka yang tertera menunjukkan berapa lama dia DITUNDA kemunculannya.

Jadi: SEMAKIN DEKAT SPEAKER ITU, SEMAKIN BESAR ANGKA DELAYNYA.

Contoh, apabila ada 2 speaker, kanan-kiri, jarak kepala ke speaker kiri = 120cm dan jarak kepala-speaker kanan = 80cm. Maka: Isikan angka 40cm (1,2ms) tersebut ke dalam kolom speaker kanan.

Bagaimana kita tahu angka itu sudah tepat? Dengan mendapatkan hasil suara yang paling focus, paling solid dan paling kuat. JANGAN BERPATOKAN SUARA HARUS DI TENGAH DASHBOARD! Posisi staging nanti bisa muncul dimana saja, in fact, biasanya muncul ditengah dashboard agak miring ke kanan, itu wajar mengingat gain speaker kanan memang lebih tinggi dibandingkan kiri mengingat jaraknya yang juga lebih dekat. Di 9887 ke atas, kita bisa turunkan gain untuk salah satu speaker, namun di 9855 kebelakang, fungsi itu belum ada.

Ok, ini tahapan kerja yang mudah diikuti

1. Ukur semua jarak speaker ke posisi kepala, isi tabel ini sesuai jarak:
High L = High R =
Mid L = Mid R =
Sub=

Contoh hasilnya:
High L = 130cm High R = 90cm
Mid L = 150cm Mid R = 100cm
Sub= 200cm

2. Ambil angka terbesar, dalam hal ini ‘sub’, kemudian kurangkan semua angka lainnya dengan angka itu.
Dalam kasus ini hasilnya menjadi:
High L = 70cm High R = 110cm
Mid L = 50cm Mid R = 100cm
Sub= 0cm

Bagi pengguna 9887 dan PXAH-100, hasil di atas sudah bisa diisikan ke tabel, tapi bagi yang ingin menggunakan satuan ms, ada langkah tambahan:

Bagi angka itu dengan 3,4cm. Dalam hal ini hasilnya menjadi:
High L = 2.0ms High R = 3.2ms
Mid L = 1.5ms Mid R = 2.9ms
Sub= 0ms


Setelah memasukkan angka tersebut, kita tinggal melakukan fine-tuning:
matikan midbass dan subwoofer.
atur angka High R, angka yang tadi sudah dimiliki, dengarkan dengan seksama sambil di ganti-ganti +- 1ms, pilih suara yang paling focus.
nyalakan midbass, balancekan ke kanan.
atur angka Mid R, angka yang tadi sudah dimiliki, dengarkan dengan seksama sambil di ganti-ganti +- 1ms, pilih suara yang paling focus.
balancekan tengah
atur angka Mid L, angka yang tadi sudah dimiliki, dengarkan dengan seksama sambil di ganti-ganti +- 1ms, pilih bass yang paling kuat.
Tambahkan semua angka dengan 5ms atau 17cm –termasuk angka subwoofer
Nyalakan subwoofer. Cari phase, bolak-balik phase antara 0 dan 180, cari dimana bass terasa paling kuat.
Cari angka untuk subwoofer, cari diantara +-5ms untuk bass yang paling kuat.

Setelah tahapan terlesaikan, maka seharusnya hasilnya sudah bagus, bass sudah tertata di dashboard dan stagingnya juga akan bagus. Apabila kondisi ini belum tercapai, kita ulangi lagi step pertama, mulai lagi ke pengukuran.


Equaliser:

Pada processor ini, ada 2 jenis ekualiser, Graphich dan Parametric.
Untuk Graphic, ini sangat bagus buat pemula, intinya, ada 7 band, mulai yang paling kecil (kiri) hingga yang paling besar (kanan). Tidak ada kejelasan pasti berapa freq yang mereka wakili dan berapa besar jangkauannya, tapi U bisa coba-coba sendiri naik-turunkan masing-masing band untuk mempelajari efeknya terhadap suara.
Sementara untuk Parametric sedikit rumit, mungkin akan aku bahas dilain waktu.

Tips dan trik untuk setting Eq.
1. Jangan pernah gunakan angka lebih dari +-3. kalau itu terjadi bisa dipastikan suara yang dihasilkan akan cenderung 'aneh'.

2. gunakan lagu yang sudah sangat familier, kalau memungkinkan, bandingkan suara dengan system di home audio (jangan home-theater yang menganut speaker kecil+sub) usahakan hasilnya semirip mungkin, cari dimana ada yang hilang dan dimana berlebih.

3. savekan posisi 0 di salah satu memory, dan savekan hasil edit ke memory lain, setelah itu bandingkan keduanya, dengarkan baik-baik apakah suara yang dihasilkan sudah lebih baik atau malah berantakan.


◄ Newer Post Older Post ►