Kamis, 25 Agustus 2011

Tegangan tinggi FBT over (tidak normal)

Tegangan tinggi dari FBT bila keluar tegangan di atas normal (over), dapat menyebabkan keluarnya percikan/kebocoran pada kop karet yang terpasang pada CRT, meski kop karet masih baru dan sudah rapat. Over tegangan tinggi FBT ini juga dapat diperiksa dengan mendekatkan kertas pada kabel tegangan tinggi, akan keluar semburan listrik dari kabel ke kertas (padahal kondisi kabel bagus).



Penyebab tegangan tinggi FBT yang berlebihan, dapat disebabkan oleh beberapa hal:

>> Tegangan B+ menuju FBT naik

>> Pada rangkaian yang ada boost up, elko boost up bocor/rusak.

>> Capasitor damper menurun, solderan kurang kuat.

>> Kerusakan bagian osilator sehingga frekwensi horisontal tidak tepat/bergeser (untuk PAL 15.625 Hz).

>> Defleksi yoke rusak

>> FBT rusak



Penyebab lainnya, yang pernah saya temukan, yaitu :

>> Solderan kabel ke defleksi horisontal berkarat, solderan kurang kuat.

>> Kerusakan elko pada jalur dari output defleksi horisontal (lihat gambar).





Semoga bermanfaat.


PS2 rusak bagian power supply

PS2 dengan gejala tidak nyala LEDnya, kipas juga tidak jalan. Kecurigaan rusak bagian power supplynya. Setelah casing PS2 saya buka semuanya, saya ukur tegangan 12 volt pada power supply tidak keluar sama sekali.



Saya lepas power supply dari board ps2. Sangat penting, dalam memperbaiki power supply harus dilepas dari board ps2nya untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, misalnya power supply mengeluarkan tegangan di atas 12 volt bila terhubung dengan board ps2 dapat merusak komponen-komponen dari psnya.



Untuk mengetes power supply terpisah dari board, dengan cara memberi beban lampu dop (lampu sepeda motor) 12 volt 35 watt, pada output tegangan 12 volt.



Kebetulan power supply yang diperbaiki jenis TW memakai IC mosfet STP4NK60Z. Pertama saya periksa dioda-dioda, tidak ada yang short. Transistor dan mosfet juga tidak ada yang short. Lalu pemeriksaan beralih ke resistor. Pertama yang dicek adalah resistor, dari jalur 300 volt melalui R4 (620K) menuju IC mosfet STP4NK60Z. Lha dalah ketemu juga kambing hitamnya, ternyata R4 sebesar 620K ini putus.



Cari-cari resistor pengganti tidak ketemu juga dengan nilai yang sama. Didapat resistor sebesar 680K, terpaksa saya pasang, tidak ada rotan akar pun jadi. Cuma hal ini jangan ditiru, karena nilai resistor pada smps --pada bagian-bagian tertentu-- sangat kristis (berubah sedikit saja dapat mempengaruhi kerja smps secara keseluruhan). Saat pengetesan, lampu dop nyala terang (normal). Saya ukur dengan AVO digital keluar tegangan 12,7 volt. Wah ini terlalu besar, harusnya 12 volt (dalam kisaran normal biasanya sekitar 11,5 volt sampai 12,1 volt).



Untuk menurunkan tegangan, R17 (100 ohm) yang berada dekat IC TL431 pada bagian sekunder saya lepas, langsung dijumper. Lalu saya tes lagi, terukur tegangan 11,7 volt. Nah ini baru pass.







Akhirnya pekerjaan pun beres, tinggal pasang dan tutup lagi casingnya. Semoga pengalamanku ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.


Kerusakan regulator polytron/digitec dengan TDA8380 dan BUT11AF

Kebanyakan teknisi (yang masih pemula) mengalami kesulitan untuk memperbaiki kerusakan bagian regulator pada TV polytron/digitec yang menggunakan IC TDA8380. Biasanya ambil jalan pintas dengan memakai power supply serbaguna. Untuk itu, saya mau sharing pengalaman waktu memperbaiki regulator jenis ini.



TV merk Digitec dengan tipe DM2076, dengan keluhan waktu TV dinyalakan listrik langsung putus/trip pada MCBnya. Langsung aja box saya buka, dan saya coba untuk menyalakan, langsung muncul percikan listrik pada bagian regulator, segera saya matikan TVnya.



Saya periksa kaki-kaki pada transistor BUT11AF, menunjukkan short. Segera saya lepas transistor tersebut dan saya periksa memang short. Kemudian saya periksa komponen lain yang rawan rusak yaitu dioda. Ditemukan dioda zener D509 kondisi short. Wah wah, berapa volt ini? Sempat bingung juga. Coba buka-buka arsip skema, ketemu skema tv polytron yang menggunakan IC TDA8380. Pada skema dioda zener bernilai 5 volt. Setelah dioda zener D509 dan transistor saya pasang, coba saya tes, tetap aja regulator belum bekerja.



Kemudian saya ukur pin 5 (VCC) pada IC TDA8380 menunjukkan 0 volt, padahal dari datasheet seharusnya minimal 14 volt pada kondisi normal. Tegangan start pada pin 5 ini diambil dari 300 volt melalui resistor R502 68K. Saya lepas salah satu kaki R502 lalu saya ukur resistansi masih normal. Akhirnya kecurigaan kerusakan pada IC TDA8380, segera saya lepas dan diganti dengan IC baru.



Saya tes dengan harap sudah berhasil, tapi lha dalah belum bekerja juga regulatornya. Saya periksa tegangan pada pin 5 IC TDA 8380 sudah ada sekitar 15 volt. Wah mana lagi yang rusak?? Kemudian saya lacak dari pin 1 ke basis transistor BUT11AF. Pin 1 ini mengeluarkan sinyal yang men-drive basis transistor BUT11AF. Dari pin 1 melewati R513 3,3 ohm lalu R515 1K lalu ke basis TR BUT11AF. Dua resistor tersebut saya periksa, ternyata R513 yang seharusnya 3,3 ohm ditemukan putus. Segera saya ganti resistor tersebut dan saya tes, akhirnya berhasil juga, regulator bekerja dengan normal.



Berikut gambar skema regulator beserta lokasi komponen yang rusak.





Cara mengetahui pin out sensor remote

Sensor remote yang beredar di pasaran sangat beragam, baik bentuk fisik maupun susunan pin outnya. Dan tiap produsen tidak memiliki standar yang sama dalam menetapkan susunan pin out dari sensor remote. Dan hal ini tentu saja menjadi pekerjaan tambahan bagi para teknisi untuk menentukan pin outnya.



Pin out pada sensor remote terdiri atas VCC (umumnya 5 volt), ground, dan IR (infra red). Dalam internal sensor remote, pin Vcc dengan IR terhubung dengan resistor 33 Kilo ohm. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.





Cara mengetahui pin out :

>> Dengan menggunakan avo digital set pada skala 100 k.ohm, cari pin yang memiliki resistansi sekitar 30 k.ohm. Misal pada pin 1 dan 3, berarti pin lainnya yaitu pin 2 adalah ground.

>> Set avo digital pada pengukuran dioda. Colokkan kabel merah ke ground (pin 2), kabel hitam ke pin lainnya dan catat hasil pengukurannya.

>> Misal, antara ground (pin 2) dengan pin 1 adalah 86, antara pin 2 dengan pin 3 adalah 75. Yang hasilnya lebih rendah yaitu pin 3 adalah VCC. Sedangkan lainnya pin 1 adalah IR.

Semoga bermanfaat.



Cara kerja dan memperbaiki rice cooker


Bagian-bagian kelistrikan rice cooker, yaitu :







Cast Heater

Heater ini menyatu dengan logam. Menghasilkan daya 300-400 watt, tergantung jenis cookernya. Apabila kerusakan pada bagian ini, sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.



Mica heater / termistor

Heater jenis ini tertutup oleh semacam kertas (mica) yang berfungsi pada waktu warming. Heater ini juga berfungsi sebagai termistor, yaitu tahanan makin besar bila bertambah panasnya. Makin besar tahanan maka tegangan yang masuk berkurang sehingga mengurangi daya panas yang dihasilkan heater. Sehingga mampu mengontrol panas cooker saat warming supaya panasnya tetap di kisaran 70-80 celcius.



Thermostat

Dalam thermostat terdapat magnet dan pegas, pada suhu ruang gaya magnet lebih besar dari gaya pegas. Bagian metal thermostat (bagian yang kontak langsung dengan panci tempat nasi) menyensor panas dari panci apakah panasnya sudah mencapai sekitar 134 derajat celcius. Metal bila terkena panas maka daya magnet berkurang sehingga gaya pegas lebih besar dari gaya magnet. Akibatnya pegas terlepas dari magnet (menjauh) sehingga menekan tuas dan tuas menekan saklar.



Thermal Fuse

Thermal fuse berfungsi memutus arus bila panasnya melebihi kewajaran akibat adanya kerusakan dari rice cooker.



Saklar

saklar berfungsi untuk memindah dari posisi cooking ke warming maupun sebaliknya. Tombol saklar ditekan oleh tuas yang digerakkan otomatis oleh thermostat maupun secara manual melalui tombol panel.



Panel led (lampu)

Terdiri led indikator untuk posisi cooking dan warming.





Cara kerja rice cooker








Pada posisi cooking, saklar (swicth) terhubung. Arus listrik dari L langsung ke cast heater dan led cooking. Lampu led cooking menyala, dan cast heater menghasilkan panas secara maksimal. Bila tegangan listrik 220 volt maka cast heater juga mendapat tegangan 220 volt. Pada panas 100 celcius (titik didih air), air dalam panci sudah menguap semua. Panas dilanjutkan hingga pada 134 celcius thermostat trip (pegas lepas dari magnet), selanjutnya menekan tuas dan menggerakkan saklar menjadi off (putus), masuk ke mode warming. Saat warming, arus listrik dari L melalui mica heater (termistor) dan led warming. Tegangan yang keluar dari mica heater kurang dari 25 volt. Posisi warming, cast heater hanya mendapat tegangan kurang dari 25 volt, tegangan yang masuk ke cast heater dikontrol oleh termistor (mica heater) sehingga didapat panas yang stabil (sekitar 70-80 celcius) untuk menjaga nasi tetap hangat.



Untuk memperbaiki kerusakan rice cooker, saya kira sudah mudah bila memahami cara kerjanya.



Semoga bemanfaat.
◄ Newer Post Older Post ►