Minggu, 07 Agustus 2011

Hama Tikus di TV

Akhir-akhir ini hama tikus menyerang di daerah sekitarku. Banyak tanaman padi di sawah yang rusak walau tak sampai gagal panen. Tak hanya di sawah, di rumah-rumah pun jumlah tikus meningkat, kerusakan yang ditimbulkan juga jadi lebih banyak, salah satunya serangan tikus di perangkat elektronik semisal TV.

Hampir tiap hari ada saja TV rusak yang setelah dicek ternyata akibat ulah tikus. Paling banyak karena dikencingi, akibatnya bervariasi, ada yang hilang gambarnya, ada yang jadi tak bersuara, ada yang mati total, ada yang jadi gelap layarnya, ada yang bolong kabinetnya digerogoti, ada yang kabel-kabelnya putus 'dicacah', ada yang kotaknya jadi nyetrum saat disentuh, bahkan ada yang sampai 'kebul-kebul' berasap saat dinyalakan.

Tanda-tanda khas adalah adanya bau pesing, basah-basah di beberapa bagian, dan kadang sudah mulai bikin keropos. Mungkin air kencing tikus itu bersifat memakan logam disamping bersifat menghantar arus listrik. Bagian yang kena air kencing ini akan jadi short (konslet). Cara mudah mengeceknya adalah ditest pakai ohmmeter, bagian yang seharusnya isolator akan menjadi konduktor walau nilainya mencapai ratusan kilo-ohm.

Cara memperbaikinya tentu saja dimulai dengan membersihkan air kencing tikus tersebut pakai air, karena pelarut air kencing adalah air, bukan thinner, bukan bensin. Kalau perlu pakai sabun. Kuas sangat berguna untuk menyikatnya. Setelah bersih kemudian dikeringkan. Alat pengering yang mudah bagi tukang servis pemula adalah HAIR-DRYER karena sifatnya yang ringan, mudah dibawa-bawa, praktis, dan harganya relatif terjangkau. Jika mesin TVnya sudah bersih dan kering barulah melangkah ke langkah selanjutnya, mengecek ada tidaknya bagian yang putus karena karat, karena air kencing tikus tersebut menyebabkan terjadinya karat (korosi). Biasanya ada bagian yang berwarna biru kehijauan yang jika dibersihkan di dalamnya ada karat, bersihkan sebersih mungkin, kalau ada yang putus bisa disambung dengan kawat (kabel) yang dipatri (disolder). Kalau memungkinkan, bagian-bagian yang terkelupas catnya tersebut dilapisi kembali dengan bahan yang dapat mencegah karat. Berdasarkan pengalaman, mesin TV yang sudah pernah dikencingi tikus akan jadi relatif mudah rusak nantinya karena bagian-bagian logamnya jadi sangat mudah berkarat, mungkin lapisan anti karatnya jadi hilang karena air kencing tikus tersebut.

Biasanya, kebanyakan yang saya jumpai, TV-TV yang rusak karena tikus itu hanya sampai langkah-langkah di atas sudah bisa normal kembali. Tetapi adakalanya ada komponen yang terlanjur rusak dan mesti diganti, misalnya switch di panel TV biasanya jadi macet, kaki komponen kadang ada yang putus keropos, resistor yang rusak biasanya kelihatan catnya mengelupas, kadang pula ada yang socket CRTnya jadi rusak dengan ditandai gambar kabur, bahkan hingga ada yang kumparan defleksinya terbakar hingga 'kebul-kebul'.

◄ Newer Post Older Post ►