Senin, 16 Mei 2011

BLOK CRT DAN YOKE DEFLEKSI

SEKILAS TENTANG CRT
Cathode ray tube (tabung sinar katoda), berprinsip dasar menembakkan elektron menuju anoda (plat yang ada di depan layar). Dibutuhkan besar tegangan yang cukup agar elektron dapat berpindah (tertembakkan). Elektron yang berpindah akhirnya mendarat pada lapisan fluor/phospor pada bagian depan CRT. Fluor/phospor ini akan berpendar/berpijar/menyala bila menangkap elektron dan akhirnya akan timbul bintik/gambar pada bagian lain kaca (depan/bagian sisi pengamat).
Pada TV hitam putih, hanya dibutuhkan 1 set penembak elektron (heater, grid1, grid2, dan katoda/video in). Fluktuasi/perubahan/modulasi tegangan pada grid video ini akan mengatur jumlah/kuantitas elektron yang diperbolehkan untuk menuju ke bagian depan layar. Pada TV warna, terdapat 3 set (R, G dab B) dengan cara kerja masing-masing sama dengan cara kerja pada CRT hitam putih. Secara teknis dan cara kerjanya, CRT cembung dengan flat adalah sama.



  1. Katoda (R, G dan B)
    Elemen/plat katoda merupakan sumber elektron utama. Tegangan pada plat ini diatur oleh transistor output RGB. Semakin tinggi tegangan pada elemen ini, semakin sedikit jumlah elektron yang ditembakkan. 3 buah plat ini masing-masing mengeluarkan elektron R (merah), green (hijau) dan blue (biru).
    Dalam pemrosesan sinyal video oleh IC chroma menghasilkan 3 sinyal warna RGB, sinyal RGB ini kemudian dikuatkan oleh blok penguat RGB untuk menggerakkan plat RGB pada CRT. Besar elektron yang berpindah/tertembak menimbulkan arus katoda. Arus katoda ini disensor dan diproteksi untuk menghindari terjadinya overshoot yang dapat memperpendek umur CRT sekaligus memproteksi kuantitas emisi sinar X yang dikeluarkan oleh CRT.
  2. Anoda (HV)
    Plat katoda merupakan negatifnya CRT dan elektron mengalir dari katoda menuju anoda. Tegangan/beda potensial pada plat anoda harus mencukupi supaya plat katoda mengemisikan elektron menuju ke plat anoda. Tegangan pada plat anoda disupply dari sekunder FBT dengan melalui kabel HV yang oleh para bengkel sering disebut sebagai kop anoda (kabel dari FBT yang terbesar dengan ujung karet silikon).
  3. Heater
    Selain beda potensial yang cukup, plat katoda juga perlu dipanaskan. Tujuan pemanasan ini agar plat katoda dapat menembakkan elektron meski dengan HV yang rendah. Semakin panas heater, semakin mudah bagi elektron untuk berpindah, juga semakin sedikit tegangan HV yang dibutuhkan.
  4. Screen (G2)
    Elektron yang keluar dari plat katoda dikumpulkan bersama-sama dengan elektron dari G1 (ingat, G1 juga negatif). Beda tegangan antara G1 dan G2 (screen) secara praktis dapat mengatur kuantitas elektron yang menuju ke anoda (bagian depan CRT). Semakin tinggi tegangan pada plat G2, semakin besar elektron dari G1 yang akan diteruskan. Perbedaan utama plat G1 dengan plat katoda (RGB) adalah pada tegangannya, bila tegangan RGB besarnya tergantung video, maka tegangan pada G1 adalah tetap (dan dijaga selalu negatif). Begitu juga elektron yang keluar dari G1 juga tetap.
  5. Focus (G3)
    Kuantitas elektron yang keluar dari G1 dan katoda perlu diperuncing, tegangan pada plat G3 mengatur tingkat focus dari elektron yang keluar. Tegangan focus ini bernilai tertentu tergantung kondisi CRT. Plat focus bekerja mirip dengan kaca pembesar (lup) yang mempunyai jarak focus tertentu.
◄ Newer Post Older Post ►