Sabtu, 23 April 2011

PPI (Programmable Peripheral Interface), Penghubung I/O Serbaguna

PPI mempunyai 3 buah port, yang masing-masing disebut sebagai port A, port B dan port C.

Setiap port dapat dihubungkan secara bergantian dengan jalur data input/output (D0..D7) yang ada pada PPI.


Meskipun banyak tipe PPI saya pilih 8255 yang paling sering dipakai pada sistem minimum Mikroprosesor, dimana letak pin-pin IC tersebut dapat dilihat pada gambar 2.4.
Disini disediakan pin address input (A0 dan A1) yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai pemilih sambungan (connection selector) karena fungsinya adalah untuk menentukan port mana yang disambungkan dengan jalur data input/output.

Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel pertama:
Dari tabel dapat kita lihat bahwa kombinasi input dimana A1=1 dan A0=1 akan menghubungkan D0..D7 dengan register inisialisasi. Register inisialisasi berada di dalam PPI, fungsinya adalah untuk menentukan status input/output dari setiap port.


Ada tiga mode yang dapat dipilih dalam menentukan status input/output port, yaitu mode 0, mode 1, dan mode 2. Namun disini saya batasi dengan pembahasan mode 0 saja, karena mode inilah yang umumnya dipakai dalam sistem minimum Mikroprosesor. Pembahasan lebih detil mengenai PPI saya  
 bahas dalam buku lain yang masih merupakan Seri Peralatan Digital yang saya terbitkan pula.
Dalam mode 0 status input/output dari setiap port dapat dituliskan dengan rumus yang dapat anda lihat pada tabel kedua.
Dimana PA (bit keempat) adalah bit yang menentukan status port A (0=output, 1=input), PB (bit kesatu) adalah bit yang menentukan status port B (0=output, 1=input), PC high (bit ketiga) adalah bit yang menentukan status port C nibble atas (0=output, 1=input), PC low (bit ke nol) adalah bit yang menentukan status port C nibble bawah (0=output, 1=input).

Catatan : 
Port C nibble atas = PC4 s/d PC7
Port C nibble bawah = PC0 s/d PC3

Keistimewaan port C dibanding port yang lain adalah status input/output nibble atas dan nibble bawah bisa berbeda.
Data yang dikirimkan ke register inisialisasi disebut sebagai control word.
Sebagai contoh misalnya kita menginginkan status port sebagai berikut:
port A sebagai input
port B sebagai output
port C nibble atas sebagai output
port C nibble bawah sebagai input
maka control word yang harus dikirimkan ke register inisial adalah 1001 0001 B atau 91 H.

Pada PPI terdapat pin Chip Select (CS) yang apabila diberi 0 maka IC PPI akan aktif dan semua port dapat berfungsi mengirim/mengambil data, namun apabila pin CS diberi 1 maka IC PPI akan non aktif dimana semua port tidak dapat mengirim/menerima data.

Pin RESET harus diberi 0 pada saat PPI bekerja, bila pin RESET diberi 1 maka jalur data input/output dan port terputus.

Pin read (RD) dan write (WR) menentukan arah data antara D0..D7 dengan port. Kedua pin ini aktif apabila mendapat input 0 dan non-aktif apabila mendapat input 1.
Pin RD harus diaktifkan apabila data dari port diambil ke D0..D7. Pin WR harus diaktifkan apabila data dikeluarkan pada port dari D0..D7.

Akhir kata semoga artikel ini dapat bermanfaat, komentar dan pertanyaan seputar PPI 8255 dapat dituliskan pada kotak komentar yang tersedia.
◄ Newer Post Older Post ►