Jumat, 04 Maret 2011

Mengetest kapasitor cara tempo doeloe

Saya tertarik untuk menulis tentang cara mengetest kapasitor kecil seperti kapasitor resonan TV setelah membaca tulisan para master yang terasa tajam mengkritik para teknisi yang tidak menggunakan ESRmeter. Saya sendiri sampai sekarang belum menggunakan ESRmeter, pertimbangannya alat ukur itu relatif, misalnya saja saya punya 3 buah AVOmeter dengan merk berbeda, ternyata jika digunakan untuk mengukur hasilnya tidak persis sama. Ketergantungan pada alat ukur bukanlah hal yang terbaik menurut saya. Sedikit-sedikit butuh alat bantu, ya kalau saat itu alatnya ada, kalau tidak ? Bagaimana kalau situasinya darurat ?

Contoh nyata yang biasa dilakukan anak-anak kampung untuk mengetest ada tidaknya listrik adalah pakai testpen kalau alatnya ada, tapi kalau saat itu tidak ada testpen, sementara situasinya darurat, ya dengan merasakan sengatan listriknya langsung, biasanya pakai kuku jari tangan kanan buat nyentuh kabel yang ditest. Tentu saja tak dianjurkan, tapi itu hal biasa dalam masyarakat. Juga menghindari kesetrum saat memperbaiki peralatan yang 'live area', jika menurut teori tentu harus pakai trafo isolasi, tetapi kenyataan di lapangan mungkin trafonya tidak ada, jalan keluarnya ya duduknya di kursi plastik atau kayu dengan kaki tidak menyentuh lantai, hasilnya tidak kesetrum tapi tubuh kalau ditestpen testpennya menyala. Cara-cara yang umum yang mungkin tak disetujui para pakar.

Kembali ke bahasan test kapasitor, bagaimanakah cara mengetest kapasitor resonan ? Prinsip paling benar jika mencurigai rusaknya kapasitor resonan adalah ganti kapasitor dengan yang baru, lho kok gitu? lalu buat apa ESRmeternya ? Kapasitor resonan bekerja pada tegangan ribuan volt dan frekuensi tinggi, sedang ESRmeter pakai batere berapa volt ? Haruskah percaya begitu saja pada alat ukur ? Alat bantu adalah untuk 'approach', sarana pendekatan kebenaran.

Dalam tulisan yang saya baca, mengetest kapasitor dilakukan dengan menggunakan OhmMeter X10K, harusnya jarum menyimpang sebentar kemudian balik lagi. Cara itu dianggap salah kaprah. Yang saya herankan, langkah berikutnya nggak disebut-sebut. Setahu saya, mengetest kapasitor ukuran kecil seperti kapasitor resonan dengan cara tersebut adalah baru setengah langkah. Ohmmeter X10K baru mengetest short tidaknya terhadap arus DC dari batre tester, sifatnya pada arus AC belum ditest. Untuk melengkapi proses test, cara yang saya pakai sejak doeloe adalah dengan menserikan kapasitor tersebut dengan probe Voltmeter AC. Ukur saja tegangan AC listrik PLN 220V, atau tegangan yang keluar dari trafo adaptor 9V, 12V, 15V atau 24V yang keluar dari trafo booster antena dengan melalui kapasitor yang diukur. Pengalaman menunjukkan bahwa hal itu bisa menjadi 'pendekatan kebenaran'. Kapasitor yang baik tentu memblokir arus DC (ditest dengan Ohmmeter) dan meluluskan arus AC (ditest dengan Voltmeter AC). Berapa banyak arus AC yang diluluskan menunjukkan besar kapasitasnya. Teknik ini doloe saya baca di manual Multimeter, apakah setelah ada ESRmeter jadi dianggap tak layak lagi ? Saya pikir masih relevan dipakai saat ini. Jika toh tidak akurat karena memang tegangan dan frekuensi kerja sang kapasitor di dalam TV memang jauh berbeda dari tegangan dan frekuensi yang digunakan untuk mengetest.
◄ Newer Post Older Post ►