Selasa, 22 Maret 2011

Masalah tabung gas

Sebagai seorang penggemar teknik saya sering dianggap bisa menangani alat-alat teknik yang bermasalah walau sebenarnya jujur saja saya tak lebih tahu dari yang empunya. Salah satu alat teknik yang sering dimintakan bantuannya adalah kompor gas.

Sekarang semua keluarga punya kompor gas berikut tabung elpiji 3 KG. Masalah yang paling sering timbul adalah gas bocor. Saat saya datang ke dapurnya biasanya tabung elpiji sudah dicek yang empunya dengan mencelupkannya ke air, keluar gelembung atau tidak, sesuai dengan petunjuk di TV. Tetapi biasanya hal itu tidak mengatasi masalah. Setelah regulatornya dipasang baru kedapatan gas bocor ditandai dengan baunya.

Dari pengamatan saya semua kasus kebocoran tabung gas elpiji yang saya tangani adalah akibat keteledoran yang mengisi ulang, yaitu tidak mengganti karet kecil yang ada di mulut tabung. Saya pikir seharusnya karet kecil pada tabung elpiji hanya layak sekali pakai saja, saat diisi ulang seharusnya diganti baru. Konsumen membeli gas dengan menukarkan tabung kosong dengan yang isi, tabung yang isi ini dalam keadaan tertutup segel plastik, setelah di rumah segel tersebut dibuka, ternyata kelep karet kecil di mulut tabung kondisinya sudah "lower" tak bisa rapat lagi, akibatnya saat regulator dipasang gas bocor. Pengguna yang berhati-hati tentu tak akan segera menyalakan kompor, tetapi kalau kebetulan konsumennya nggak hati-hati, langsung nyalakan kompor, bisa bahaya.

Alangkah baiknya jika karet ini menjadi hak konsumen yang membeli gas, gas baru karetnya juga baru. Kelalaian ini bisa mencelakakan konsumen karena karet yang sudah dipakai sekali umumnya tak bisa rapat lagi untuk kedua kalinya. Pemerintah seharusnya tahu hal ini dan menjadikannya aturan tersendiri, berapa sih harga karet perapat tabung gas jika dibandingkan kerugian akibat kecelakaan konsumen yang mungkin terjadi ?

Alangkah baiknya pula jika para konsumen gas elpiji memikirkan keselamatan bersama, caranya saat mau membeli gas (menukar tabung gas yang kosong dengan yang isi) terlebih dahulu BUANGlah karet kecil yang ada di tabung kosongnya. Cara ini akan memaksa petugas pengisi ulang mengganti baru karetnya. Kalau tidak begitu mereka akan tetap saja seenaknya mengisi ulang elpiji tanpa mengganti karetnya.

◄ Newer Post Older Post ►