Kamis, 20 Januari 2011

Kitab Tidak Suci

Kitab suci tentu sudah tahu semua, Al Qur'an, Injil, Weda, Tripittaka, dll. Kalau kitabnya Tidak Suci? Memangnya kitabnya najis? nggak juga. Lha kitab-kitab kuning di pesantren itu juga nggak najis tapi nggak pernah disebut kitab suci.

Yang saya namakan Kitab Tidak Suci sebenarnya adalah sebuah netbook yang saya bawa ke mana-mana, terutama kalau nyervis di rumah orang. Ukurannya hampir seukuran Al Qur'an, beratnyapun hampir tak beda. Layarnya 10'. Harddisk 250 GB. Kalau saya bawa-bawa kitab suci Al Qur'an malah barangkali nampak nggak waras, makanya yang saya bawa adalah kitab yang 'tidak' suci.

Saat nyervis kadang buntu juga akalnya, nah tinggal buka netbook. Buku dan skema yang saat masih berupa kertas memenuhi satu ruangan dengan berat melebihi TV 21' ternyata bisa masuk semua ke dalam netbook, tanpa menambah berat netbook saat dijinjing. Bisa bawa-bawa skema tanpa repot. Masih lagi, bisa buat jendela dunia, ngintip ke mana-mana, bisa buat nyontek tulisan teman-teman. Tidak hanya itu, bisa buat alat ngeflash EEPROM jika disambungkan SPI, bahkan nyolong-nyolong ngopy bin-nya EEPROM TV yang waras.

Ada yang menarik, saat nyervis TV di rumah orang, saya buka si 'kitab tidak suci' buat ngeliat contekan dari blog teman-teman, eh tuan rumah yang lihat berpandangan lain, katanya servisnya hebat, katanya TVnya dideteksi pakai alat canggih, lalu bilang pada para tetangga. Wah, bikin saya melongo, jadi iklan gratis tanpa sengaja. Kesimpulannya, netbook bisa sangat memudahkan pekerjaan tukang servis.

◄ Newer Post Older Post ►