Selasa, 28 April 2009

Cara Merakit Wajan Bolik (Astro Bolik)

info ini gue dapat dari tetangga seberang kiranya bermamfaat buat kiat end thanks ya ....buat penulis blog tersebut.


Ternyata banyak masalah yang mesti diperhatikan dalam hal Wireles, Antene dan Hotspot. Seperti sinyal yang kurang kuat, kabel yang kurang panjang, wifi yang panas, AP yang dikunci dll.

Pengalaman membuat antene dari tutup panci dengan diameter 34 Cm, kedalaman 10 Cm membuat semakin pingin mencoba yang lebih bagus lagi. Memasang dengan ketinggian 8 Meter dari tanah berhasil mendapat sinyal AP sebanyak 85 chanel. Ketinggian ditambah jadi 13 Meter, chanel bertambah jadi 103 chanel. Yang paling buat stress, dari 103 chanel itu hanya ada 2 yang bener-2 free. Itupun sering putus dan lambat. Utak-utik Antene sampai 1 minggu hasilnya tidak berubah, padahal aturan dan teori yang didapat dari kang Onno sudah pas dan tepat. Sempat ganti wajan sampai 3 X dari Diamater 34, 50, dan 64 cm. Ganti Wireless 2X, ganti pralon 10X. Wah… nggak ada yang bener, sinyal tetep mekungkung nda…!. Pusing dengan wajan, stop wajan dan idup normal lagi. “Wajan tak sendhek-ne neng pojok omah” istirahat.

Wajan Bolik Tak urip-ne maneh” setelah ada berita di koran bakal ada Hotspot di 50 titik dikota Solo. Tentunya yang dicari yang gratis thooo! Utak-utik lagi wajan bolic, dan kali ini yang di ublek-ublek posisi wireless dan pralonnya. Hasilnya “Nyenengkeh“. Dapat 138 lebih Ap diputer 360 drajat. 8 AP gratisan. Lebih bagusnya wifi dibuat Bugil. Wifi dilepas casingnya, hasilnya lebih bagus lagi. Tapi resiko yang di dapat jauh lebih besar. Seperti Hujan dan di Thuthul Manuk.

Menurut sumber berita ada sekitar 30 AP Gratis di Solo, tapi wajanku hanya dapat 8 thok thil. “Ora majalah….” yang penting bisa gratis internetan.

Nah… dari pengalaman ini, saya mencoba menggunakan antene yang lebih besar, “ASTRO“. Dengan sedikit modifikasi sana-sini akhirnya hasil yang didapat lebih bagus dari wajan biasa. Jangkauan Astro sampai 6 Km ketinggian 10 Meter. Sinyal dengan wajan bolic ketinggian 12 Meter dapat 20 db, dengan Astro Bolik 23 db ketinggian 9 Meter pakai wireless yang sama, walaupun ada gangguan pohon dan gedung. Sekedar info, Antene Astro-ku bekas, beli di pasar rongsok sekitar 80 rb (tergantung kondisi antene). Klo antene Astro baru harganya sekitar 130-150 ribu, belinya di toko pinggir jalan pasar PON (kalo masih ada).
Sekarang terserah you… pilih beli LAPTOP apa beli wireless ?

Syarat Internet Gratis ini, adalah :
- Dekat dengan AP gratisan. (500 meter - 1,5 Km dari rumah Anda untuk hasil yang stabil)
- Clear line ( Sedikit gangguan ke arah AP)

Saya juga nggak berani jamin klo pake Astro mesti bisa konek. Tergantung juga dengan daerah sekitar Anda.

Cara merakit ASTRO BOLIK / BOLIC / GOBLIK
Peralatan yang di perlukan :
1. Wajan / Antene Astro / Antene Indosat / Antene TV ato Tutup Panci (lebih datar lebih bagus)
2. Pralon 3″ 25 cm, tutup pralon 3/4″ 2 bh, sekrup 10 cm.
3. Aluminium Foil.
4. Kabel UTP Cat 5 USA ori. 15 mt (sesuai kebutuhan)
5. Wireless USB TP-Link WN620G / WN321G / WN322G / SMCWUSB ato merk lain.
6. lain-lain seperti : Gergaji pralon, Soldir, tenol, Isolasi, Lem pralon dll.

Dari pengalaman, jangkauan yang paling jauh adalah TPLINK WN620G. Stabil dan tahan panas.

Cara penyambungan Kabel UTP dan USB cari di Om Google.
yang perlu diperhatikan disini adalah UTP kabel yang bagus pakai CAT 6, CAT 5 asal Original USA (kawat didalamnya lebih besar) USB Connector yang serabutnya banyak.

Penyambungan Kabel UTP

Potong kabel perpanjangan USB sekitar 2 cm dari pangkalnya. Jangan terlalu panjang memotongnya, berpengaruh besar terhadap arus (+) dan (–) yang terkirim ke wireless.
Kupas isolator kabelnya dan tampakkan kawat serabutnya. Lakukan hal yang sama pada kabel UTP . Lakukan langkah penyambungan seperti pada gambar, 2 kabel UTP di gabung untuk power (+), 4 kabel digabung untuk power (-). 2 kabel lainnya dibiarkan sendiri-sendiri untuk data. Amplaslah kawat email UTP agar nantinya bisa kuat melekat dengan serabut USB. Sambunglah dengan menggunakan soldir dan yakinkan bahwa sambungan Anda bener-bener kuat (alias mateng tenan…). Isolasi sambungan Anda dan lindungi dari air yang masuk dan bahaya arus pendek (alias konsleting). Teknik penyambungan 2 kabel dan 4 kabel ini bisa mengurangi power lost hingga 50%. Panjang kabel yang bisa disambung mencapai 15 meter langsung ke USB 2.0 (tanpa repeater). Walau demikian, semua itu tergantung dari jenis wirelessnya. Ada yang bisa terkoneksi baik, ada yang ogah-ogahan (pedot-pedot).

Persiapan Pralon

Pertama, siapkan pralon 3″ panjang sekitar 24-25Cm. Lubangi salah satu sisi sepanjang 15 Cm, lebar disesuaikan lebar wireless. (lihat gambar).
Pralon ini nantinya digunakan untuk Tuning Sinyal AP. Nggak usah pake Rumus Parabola, langsung potong alumunium foil sepanjang 19 cm dan lekatkan 1 cm dari ujung pralon. Pada intinya nanti, posisi fokus wifi akan ditentukan dengan menggeser (tuning) wifi ke posisi yang terbaik.
Mengapa mesti di Tuning, mbok langsung di tempatkan di posisi 3 atau 5,2 cm dari ujung pralon !.
Lha… ini yang berbeda… Pengalamanku diatas sudah membuktikan bahwa setiap Wireless punya Chipset dan pabrik yang berbeda, jadi kita nggak bisa pasang langsung jadi. Tuning dulu baru dapat hasil yang maksimal. Cara Tuningnya Bagaimana?
Caranya : Dengan pralon test tadi kita geser wirelessnya ke atas-kebawah, posisi tegak atau miring, sehingga sinyal yang kita liat di Network Stumbler paling tinggi dan stabil.
Proses ini adalah yang paling sulit, lama dan mengasikkan. Aku membutuhkan 3-4 jam Tuning.
Setelah didapat hasil yang maksimal, baru buat pralon baru dengan posisi Wireless yang telah di Tuning tadi.

Proses Tuning

Setelah semua siap, Anda langsung bisa melakukan proses TUNING. Proses ini paling lama, paling mengasikkan dan melelahkan.
Hidupkan Komputer dan buka netstumbler, arahkan Wajan/Astro ke Akses Point (AP) yang ingin Anda hunting. Lihat sinyal yang Anda dapat (Netstumbler). Pastikan Anda mendapat sinyal sekitar 10 db (SNR+). Untuk koneksi yang stabil rata-rata dapat sinyal 12 db (SNR+). Perlu ditambahkan disini bahwa syarat terkoneksi Internet bila AP yang Anda dapat gratis (free Hotspot) atau Anda memang berlangganan dengan AP tersebut.
Usahakan tinggi Anten bisa dijangkau dengan tangan sehingga Anda mudah melakukan proses TUNING. Letakkan CPU + Monitor didekat Anda supaya lebih mudah dalam memantau sinyal.
Setelah didapat sinyal yang kuat dan stabil, tandai posisi wireless, yang nantinya jarak yang Anda dapat untuk acuan pada pralon selanjutnya.

Proses Finishing

Setelah Didapat sinyal yang kuat dan stabil, persiapan akhir kita adalah mengganti pralon tester dengan pralon yang fix. Buat pralon dengan ukuran yang sama dan lubangin pralon dengan ukuran yang telah kita dapat tadi. Ukuran lubang tidak lagi 15 cm, tapi hanya selebar wireless Anda. Ingat, bahwa jarak dan posisi wireless yang Anda dapat pada pralon test tadi sebagai acuan utama dalam proses finishing ini. Balut wireless dengan isolasi transparan dan pastikan air tidak masuk ke dalam wireless. Pasangkan pada feeder, dan tutup ujung pralon dengan keping CD bekas. Anda bisa menggunakan bahan lain yang intinya terbuat dari bahan yang transparan seperti : Tutup margarin, Aqua 1 lt yang dipotong dll. Nah setelah semua beres, uji coba lagi ke netstumbler, klo sinyal yang di dapat sudah stabil seperti tadi, baru kita bisa naikkan antene.

Kesimpulan-ku dari pengalaman ini adalah : Bahwa apapun bahan dan alat yang Anda gunakan, kalo bisa nge-Tune dengan benar hasilnya tentu akan lebih baik.
Pada dasarnya Astro Bolic ini hanya mengganti Fokus Astro yang asli dengan Pralon alumunium foil dan wifi. Dah… semoga dapat membantu khususon temen-2 yang pada email aku serta wong solo pada umumnya.

◄ Newer Post Older Post ►