Rabu, 01 April 2009

Automatic Voltage Selector

Tegangan PLN sekarang ini umumnya 220 Vac, namun di beberapa tempat masih ada yang 110 Vac. Umumnya tegangan input pada pesawat electronik dapat dipilih antara 110V atau 220V, dengan menggunakan switch. Anda pasti tahu akibat dari kesalahan tegangan masukan ini. Kalau tegangan rumah kita 220V, sedangkan alat yang akan dinyalakan pada posisi 110, akibatnya sangat fatal. Pada rangkaian power suplly bisa terbakar/ meledak.

Gambar di bawah ini adalah sebuah rangkaian yang dapat mengatur posisi saklar 110/ 220 Vac secara otomatis dengan menggunakan relay sebagai pengganti switch.

Prinsip kerja dari rangkaian adalah sebuah switch relay yang bekerja (tertarik oleh magnet relay) bila tegangan pada coil sesuai tegangan kerjanya (umumnya > 75%), sebaliknya tidak akan tertarik jika tegangan kerjanya kurang dari 75 %.

Arus AC pada PLN diratakan melalui D1 (1N4007 atau sejenis) dan C1 (470 uF/ 400V) menghasilkan tegangan DC di R1 sebesar 220Vdc. Melalui resistor R1, tegangan di jatuhkan dan disesuaikan dengan tegangan relay. Nilai R1 dapat dihitung berdasarkan hukum Ohm pada arus DC (R = V / I).

Contoh:

Relay 24 Vdc dengan nilai impedansi coil 1000 Ohm. Maka arus adalah I = V/R = 24/1000 = 0,024 A.

Untuk menjatuhkan supaya tegangan pada relay sebesar 24 V, maka tegangan pada R1 adalah 220 - 24 = 196 V.

Maka nilai R1 = VR1 / I = 196 / 0,024 = 8166,7 Ohm dan dayanya,

P = I ² * R maka = 0.024 ² * 8166,7 = 4,7 Watt.

◄ Newer Post Older Post ►