Selasa, 17 Juli 2007

Hidrotheraphy Digital Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Cara Kerja Rangkaian

Pesawat Hydrotheraphy adalah suatu alat kedokteran yang digunakan untuk terapi, dimana disamping kestabilan suhu maka lamanya waktu terapi juga harus diperhatikan agar waktu pengobatan tepat sesuai yang dikehendaki. Adapun cara kerja dari wiring Diagram Blok Kontrol Suhu dan Pengatur Kecepatan Motor sebagai berikut :

§ Apabila kita ingin melakukan penyetingan pada timer berapa lamanya waktu yang diinginkan maka kita langsung setting waktunya melalui IC 555 yang berfungsi sebagai setting waktu yang akan memberi inputan pada rangkaian Counter UP IC 74192.

§ Pada saat relay RY1 tidak bekerja dan memutuskan kontak relay Ry1 untuk pertama kalinya maka mengakibatkan relay pada relay Ry2 bekerja dan kontak pada relay Ry2 menghubungkan pada VCC. Dengan terhubungnya kontak pada Ry2 maka ICC 555 sebagai clock generator akan memberikan pulsa pada frekuensi 1 HZ ke rangkaian Counter Down akan memulai hitungan mundur dari setting timer.

§ Apabila waktu hitungan mundur sudah tercapai yaitu seven segmen ditampilkan angka 00:00 maka gerbang NOR dari IC 4078 outputanya menjadi + VCC sehingga gerbang AND berlogika 1 dan relay RY3 bekerja dan kontaktor pada relay RY3 akan membuka akibatnya tegangan VCC masuk ke ICC 555 tidak ada dan rangkaian counter down tidak mendapat suplay dari clock genereator sehingga rangkaian timer akan berhenti.

§ Pada saat relay RY2 bekerja maka kontaktor pada relay Ry2 akan terhubung dan rangkaian pengatur kecepatan motor akan bekerja. Kecepatan motor pada pesawat ditentukan oleh besar kecilnya resistor yang akan menentukan cepatnya tidaknya pengisian kapasitor.

§ Ketika timer habis maka Ry2 tidak bekerja, hal itu menyebabkan supply terputus sehingga motor tidak mendapat tegangan dan motor berhenti berputar pengadukan / putaran air akan berhenti dan proses pengobatan telah selesai.


Adapun cara kerja dari design control suhu sebagai berikut :

§ Apabila kita ingin melakukan penyetingan suhu yang diinginkan melalui VR pada penyetingan suhu yang dikendaki tadi dapat langsung dibaca pada display, berapa suhu yang diinginkan.

§ Pada saklar SPDT kita pindahkan ke rangkaian sensor suhu. Dari sensor sihi ini akan masuk ke pin 3 pada Ic Comparator. Karena tegangan pada sensor suhu lebih kecil dari tegangan acuan maka IC comparator outputannya + VCC, yang akan mengakibatkan transistor dari driver relay mendapat trigger sehingga relay Ry1 bekerja dan kontak relay Ry1 terhubung sehingga akan terjadi pemanasan pada heater.

§ Apabila suhu tercapai tegangan yang masuk pada pin 3 Ic Comparator lebih besar dari pin 2, maka outputannya sama dengan 0 volt, sehingga transistor dari relay driver tidak mendapat trigger dan relay 1 tidak bekerja sehingga kontak Ry1 memutuskan hubungan ke pemenasan.

§ Pada sensor LM 35 sangat sensitive pada perubahan suhu, dimana output akan memberikan tegangan 10 mv setiap pada kenaikan 1 ÂșC.

Ketika pada relay Ry1 tidak bekerja dan memutuskan kontak Ry1 untuk yang pertama kali akan mengaktifkan clock generator pada control waktu

Materi Yang Dapat Didownload :

- Rangkaian Kontrol waktu dan Pengatur Kecepatan Motor

- Rangkaian Kontrol Suhu dan Grounding



◄ Newer Post Older Post ►