Rabu, 30 Mei 2007

Mengukur tegangan PLN dengan multimeter

Yaitu mengukur tegangan listrik pada instalasi listrik yang telah dihubungkan dengan jala-jala listrik PLN. Kalau biasanya menggunakan testpen untuk mengetahui pass atau ground dalam listrik atau ada tidaknya tegangan listrik. Dengan multimeter kita dapat mengukur tegangan listrik PLN pada sumber listrik pada stop kontak. Mengukur tegangan listrik pada instalasi dapat dilakukan dengan cara mengukur tegangan listrik yang ada pada stop kontak sebagai port atau terminal sumber tegangan bolak-balik ini.

Semua sudah tahu bahwa tegangan listrik yang ada pada jala-jala PLN pada umumnya, 110/127V atau 220/227V. Dengan demikian saklar pemilih diputar dan diletakkan pada posisi batas pengukuran ACV pada skala pengukuran 500 VAC (skala pengukuran harus lebih besar dari yang akan diukur, sebab bila lebih kecil dari yang akan diukur besar kemungkinan meter akan rusak atau terbakar). Besar batas pengukuran yang tercantum biasanya 10 – 500 – 1000V.

- Kemudian probe warna merah (+) dimasukkan ke dalam salah satu lubang pada stop kontak dan probe warna hitam (-) ke lubang satunya lagi (bila terbalik diperbolehkan).



Gambar Skala Multimeter

Perhatikan daftar skala meter:

- Seperti terlihat pada daftar skala meter, bila jarum penunjuk menunjuk pada angka 110 pada bagian bawah skala ACV, maka besarnya tegangan yang diukur adalah:

500/250 x 110 = 220 VAC

Jadi pada stop kontak tersebut terdapat tegangan listrik 220 VAC.

- Selanjutnya bila jarum menunjuk angka 55 pada bagian bawah skala VAC, berarti skala VAC, berarti besarnya tegangan yang diukur adalah:

500/250 x 55 = 110 VAC

Jadi pada stop kontak tersebut terdapat tegangan listrik 110 VAC.

◄ Newer Post Older Post ►